💩 Problem

Sebuah brand fashion lokal ingin meningkatkan brand awareness di kalangan Gen Z, namun memiliki keterbatasan anggaran promosi. Sebelumnya, mereka hanya bekerja sama dengan 2–3 macro influencer dengan biaya tinggi, namun hasil awareness dan engagement tidak stabil. Selain itu, brand tidak memiliki data performa setiap KOL sulit menilai siapa yang benar-benar efektif membangun awareness.

📢 Solution

Dengan Duckeeper, brand mengubah strategi menjadi kolaborasi dengan Nano KOLs (1K–10K followers) dalam jumlah banyak (lebih dari 30 KOL).

Duckeeper membantu dalam:

💯 Result

Setelah 1 bulan kampanye dengan Nano KOLs melalui Duckeeper:

Dengan bantuan Duckeeper, brand berhasil membuktikan bahwa Nano KOLs bisa menghasilkan dampak besar untuk brand awareness dengan biaya yang jauh lebih efisien.