💩 Problem
Sebuah brand fashion lokal ingin meningkatkan brand awareness di kalangan Gen Z, namun memiliki keterbatasan anggaran promosi. Sebelumnya, mereka hanya bekerja sama dengan 2–3 macro influencer dengan biaya tinggi, namun hasil awareness dan engagement tidak stabil. Selain itu, brand tidak memiliki data performa setiap KOL sulit menilai siapa yang benar-benar efektif membangun awareness.
📢 Solution
Dengan Duckeeper, brand mengubah strategi menjadi kolaborasi dengan Nano KOLs (1K–10K followers) dalam jumlah banyak (lebih dari 30 KOL).
Duckeeper membantu dalam:
- Database Nano KOL : menemukan influencer kecil tapi relevan dengan target audiens.
- Campaign Input & Tracking: mencatat setiap konten yang diposting dan mengukur performa (views, likes, comments, ER).
- Budget Simulator: menghitung estimasi reach dan CPV untuk menentukan jumlah Nano KOL optimal sesuai budget.
- Analytics Dashboard: menampilkan performa keseluruhan Nano campaign dan perbandingan antar KOL.
💯 Result
Setelah 1 bulan kampanye dengan Nano KOLs melalui Duckeeper:
- Biaya campaign turun 40% dibanding menggunakan macro KOL.
- Total reach meningkat 3x lipat, dari 120K menjadi 380K views.
- Engagement Rate rata-rata naik hingga 6.2%.
- Brand mendapatkan database KOL efektif untuk campaign berikutnya.
- Awareness meningkat signifikan di area target, terlihat dari peningkatan 50% pencarian brand di media sosial.
Dengan bantuan Duckeeper, brand berhasil membuktikan bahwa Nano KOLs bisa menghasilkan dampak besar untuk brand awareness dengan biaya yang jauh lebih efisien.